Dilihat: 0 Penulis: Editor Situs Waktu Publikasi: 21-02-2025 Asal: Lokasi
1. Suhu pengelasan tidak mencukupi: Jika daya laser terlalu rendah atau waktu pengelasan terlalu singkat, solder tidak dapat sepenuhnya meleleh dan membasahi permukaan benda kerja, yang dapat dengan mudah menyebabkan pengelasan virtual.
2. Kebersihan permukaan solder yang tidak memadai: Kotoran seperti noda minyak dan lapisan oksida pada permukaan solder dapat menghambat adhesi solder dan menyebabkan penyolderan virtual.
3. Kualitas bahan penyolderan yang buruk: Kemurnian yang buruk, titik leleh, dan sifat bahan penyolderan lainnya, atau distribusi yang tidak merata dan kandungan fluks penyolderan yang tidak mencukupi, semuanya dapat mempengaruhi kualitas penyolderan.
4. Suhu ujung besi solder yang tidak tepat: Suhu ujung besi solder yang berlebihan atau tidak mencukupi dapat mempengaruhi kualitas pengelasan dan menyebabkan penyolderan virtual.
5. Kontrol waktu pengelasan yang buruk: Waktu pengelasan yang terlalu lama atau terlalu pendek dapat mempengaruhi peleburan dan penyebaran solder, yang menyebabkan penyolderan virtual.
6. Komponen yang longgar selama pengelasan: Jika komponen yang dilas menjadi longgar selama pengelasan, hal ini dapat menyebabkan solder tidak sepenuhnya mengisi sambungan solder, sehingga mengakibatkan penyolderan virtual.
7. Oksidasi pin komponen: Pin komponen akan teroksidasi secara bertahap selama penggunaan, menyebabkan peningkatan resistansi kontak dengan solder dan membentuk penyolderan virtual.
1. Sesuaikan parameter pengelasan laser: tingkatkan daya laser atau perpanjang waktu pengelasan dengan tepat, tetapi hati-hati agar tidak merusak bagian yang dilas karena suhu tinggi. Misalnya, setelah penyolderan virtual terjadi, daya laser dapat ditingkatkan sebesar 5% -10% setiap kali, sambil mengamati status sambungan solder hingga masalah penyolderan virtual teratasi.
2. Bersihkan permukaan benda las: Sebelum mengelas, gunakan bahan pembersih yang sesuai (seperti alkohol, pembersih logam khusus, dll.) untuk membersihkan permukaan benda las, menghilangkan noda minyak dan lapisan oksida. Untuk logam dengan lapisan oksida, pemolesan mekanis atau pencucian asam kimia dapat digunakan untuk perawatan.
3. Periksa kualitas bahan penyolderan: Pastikan penggunaan kabel penyolderan yang memenuhi syarat dan kandungan serta distribusi fluks memenuhi persyaratan. Jika fluks penyolderan tidak mencukupi, dapat dipertimbangkan untuk mengganti kawat solder atau menambahkan fluks penyolderan secara tepat selama proses penyolderan.
4. Kontrol suhu ujung besi solder: Pastikan suhu ujung besi solder berada dalam kisaran yang sesuai, hindari terlalu tinggi atau terlalu rendah.
5. Atur waktu pengelasan secara wajar: Kuasai lamanya waktu pengelasan dan hindari terlalu lama atau terlalu pendek.
6. Komponen pengelasan tetap: Pastikan komponen diperbaiki selama proses pengelasan untuk menghindari pengelasan virtual yang disebabkan oleh komponen yang longgar.
7. Inspeksi dan pemeliharaan peralatan secara teratur: Periksa dan rawat peralatan las secara teratur untuk memastikan peralatan tersebut dalam kondisi kerja yang baik dan menghindari pengelasan virtual yang disebabkan oleh masalah peralatan.